Indahnya Berfoto Ria di Desa Wisata Terbaik Tingkat Asean
BAGI kalian para pemburu foto atau yang hobi foto-foto, tidak ada salahnya mengunjungi salah satu tempat wisata desa terbaik urutan kelima tingkat Asean 2016.
Adalah Desa Cibuntu, lokasi desa ini berada di Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan. Cibuntu dinobatkan menjadi desa wisata terbaik urutan lima tingkat Asean pada 2016 untuk bidang homestay ini merupakan salah satu desa wisata terbaik di Jawa Barat yang meraih penghargaan tingkat nasional. Desa Cibuntu juga pernah mewakili Indonesia untuk Asia Tenggara.
Tidak hanya itu, di tahun ini saja, Desa Cibuntu terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam ajang Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia. Otomatis, tahun depan Cibuntu akan mewakili Indonesia kembali di level Asean.
Kepala Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Awam mengatakan, daya tarik dari desa ini terletak pada puluhan homestay yang bersih. Wisata bumi perkemahan dan situs yang memiliki daya tarik tersendiri untuk menggikat para pemburu foto dan wisatawan. Tidak hanya itu, desa yang letaknya di lereng gunung ini menyajikan para wisatawan untuk dapat melihat pemandangan Gunung Ciremai.
“Udara sejuk menjadi ciri khas di kawasan ini. Tak hanya situs peninggalan zaman dulu, Cibuntu memiliki sumber air yang disebut Sumber Kahuripan. Banyak yang belajar pengelolaan tentang desa wisata ke sini, misalnya dari Sulawesi, Yogya, Solo dan lainnya. Ini desa wisata, bukan obyek wisata. Launching awal desa wisata itu pada tahun 2012 lalu,” ujarnya.
Diungkapkan Awam, jumlah penduduk di desanya tidak terlalu banyak, hanya seribu orang. Namun demikian, ia bersyukur masyarakatnya kompak untuk mewujudkan Cibuntu sebagai desa wisata.
“Pembinaan terhadap masyarakat desa tentang pesona wisata menjadi salah satu hal yang penuh perjuangan. Alhamdulillah, sekarang masyarakat sadar akan sapta pesona itu. Utamanya kita memberikan kenyamanan, kebersihan, sopan dan lainnya. Setiap ada tamu, kita jamu dengan tradisi kita. Biasanya tamu rombongan bus,” ungkapnya.
Diceritakan Awam, gagasan menjadikan Cibuntu sebagai desa wisata berawal dari penelitian tiga mahasiswa Universitas Trisakti.
“Dari hasil penelitian itu, mahasiswa Trisakti menyimpulkan bahwa Cibuntu memiliki potensi besar dalam bidang kepariwisataan. Kita langsung bergerak, waktu itu tahun 2011. Dan, 2012 kita launching. Di sini, kadang domba itu tidak ada di perkampungan, masyarakat yang memiliki domba dipisahkan dan disatukan di lahan tersendiri. Kita atur semua untuk membina masyarakatnya,” tandas dia.(Ali)
Comments
Post a Comment